RESPON 15 VARIETAS UNGGUL BARU PADI TERHADAP TUJUH METODE TANAM UNTUK HASIL DAN KOMPONEN HASIL

Bambang Sutaryo

Abstract


Penelitian untuk mempelajari respon 15 varietas unggul baru padi terhadap tujuh metode tanam untuk hasil
dan komponen hasil dilakukan di Sanden, Bantul, Musim Kemarau 2012. Varietas tersebut ditanam dengan tujuh
metode tanam yaitu tajarwo (tanam jajar legowo) 2:1; 3:1; 4:1; 5:1; 6:1; 7:1 dan tegel (20 x 20 cm2). Percobaan
dirancang menggunakan rancangan split plot dengan tiga ulangan. Data menunjukkan bahwa hasil gabah tertinggi
diraih oleh Inpari 1 (8,48 dan 7,96 t/ha, masing-masing pada tajarwo 4:1 dan 2:1) dan diikuti oleh Inpari 6 (7,84
t/ha, tajarwo 2:1), Inpari 14 (7,55 t/ha, tajarwo 4:1) dan Inpari 9 (7,46 t/ha, tajarwo 4:1). Inpari 1 juga memiliki
umur genjah (104; 105 dan 106 hari berturut-turut pada tajarwo 7:1, 6:1 dan 3:1). Inpari 1 memiliki jumlah malai
terbanyak (19,74 dan 18,00 batang, masing-masing pada tajarwo 4:1 dan 2:1) dan diikuti oleh Inpari 6 (17,64
batang, tajarwo 2:1) dan Inpari 14 (17,55 batang, tajarwo 4:1). Jumlah gabah isi terbanyak juga diraih Inpari 1
(380,5 dan 376,6 butir, masing-masing pada tajarwo 4:1 dan 2:1), diikuti oleh Inpari 14 (375,5 butir pada tajarwo
4:1) dan Inpari 6 (372,4 butir pada tajarwo 2:1). Tinggi tanaman berkisar dari 114 cm untuk Inpari 10 (tajarwo
6:1) sampai 122,8 cm untuk Inpari 1 (tajarwo 4:1).
Kata kunci: varietas unggul barupadi, tanam jajar legowo, hasil, komponen hasil


ABSTRACT
Research to study the respon of 15 new superior rice varieties no seven planting methods for grain yield
and yield components was conducted at Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta during the dry season (DS) of
2012. Those varieties were planted in seven planting methods such as tajarwo 2:1; tajarwo 3:1; tajarwo 4:1;
tajarwo 5:1; tajarwo 6:1; tajarwo 7:1 and tegel (20 x 20 cm2). Experiment design was split plot design with three
replications. Data indicated that the highest yield was obtained by Inpari 1 (8.48 and 7.96 t/ha, in tajarwo 4:1 and
2:1, respectively) and followed by Inpari 6 (7.84 t/ha, tajarwo 2:1), Inpari 14 (7.55 t/ha, tajarwo 4:1) and Inpari
9 (7.46 t/ha, tajarwo 4:1). Inpari 1 also had earliest maturity (104; 105 and 106 days in tajarwo 7:1, 6:1 and 3:1,
repectively). Inpari 1 showed highest panicle number per hill (19.74 and 18.00, in tajarwo 4:1 and 2:1, respectively)
and followed by Inpari 6 (17,64 in tajarwo 2:1) and Inpari 14 (17.55 in tajarwo 4:1). The highest filled grain per
panicle was also obtained by Inpari 1 (380.5 and 376,6 seeds, in tajarwo 4:1 and 2:1, respectively), and followed
by Inpari 14 (375,5 seeds in tajarwo 4:1) and Inpari 6 (372,4 seeds in tajarwo 2:1). Plant height varied from 114
cm for Inpari 10 (tajarwo 6:1) to 122.8 cm for Inpari 1 (tajarwo 4:1).
Keywords: new superior rice variety, tajarwo, yield, yield component


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20884/1.j-agrin.v19.i1.344

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



________________________
Jurnal Agrin
Agriculture Research Journal
Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University
Address :
Jl Dr.Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto 53123
Jawa Tengah, Indonesia; Telp/Fax : +62(0281)638791
e-mail : jurnalagrin@yahoo.com , cc : ahadiyat_yugi@yahoo.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.